Senin, 13 Februari 2012

MENGATUR KERJA POMPA AIR SECARA OTOMATIS
Pompa air banyak dipergunakan di rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan mengalirkan air. Pada umumnya pompa dipakai untuk mengalirkan air dari sumur langsung ke kran, atau dari sumur menuju tangki reservoir baru kemudian dari tangki air mengalir secara gravitasi menuju kran. Untuk mengatur operasi pompa secara otomatis sesuai dengan kebutuhan kita diperlukan alat pengontrol kerja pompa. Pada umumnya ada dua jenis alat kontrol yang banyak dipakai melengkapi pompa di rumah tangga, yaitu pressure switch (bekerja berdasarkan tekanan air di sisi keluaran pompa) dan level control (berdasarkan ketinggian permukaan air yang berada di dalam tangki reservoir). Level control hanya cocok dengan sistem yang menggunakan tangki reservoir sebelum air didistribusikan ke pengguna, karena pelampung alat ini harus dimasukkan ke dalam tangki. Gambar kedua alat pengontrol tersebut seperti di bawah ini. Sebelah kiri level control switch dan sebelah kanan pressure switch.
Prinsip kerja kedua alat ini sama yaitu switch (pemutus dan penghubung arus listrik). Bedanya gaya untuk membuka tuas penghubung arusnya adalah gaya berat pelampung untuk level control, sedang untuk pressure switch adalah gaya akibat tekanan air di sisi keluaran pompa. Namun akibatnya terhadap operasi pompa berbeda. Bila menggunakan level control, pompa baru akan mati bila kedua pelampung mengambang di permukaan level air dan hidup lagi manakala kedua pelampung tergantung, artinya muka air berada di bawah kedua pelampung yang tergantung pada switchnya. Jadi hidup matinya pompa (start-stop) jarang. Sedangkan pressure switch mengakibatkan start stop lebih sering karena begitu tekanan sisi keluar pompa turun akibat keran terbuka, maka pompa akan start dan akan mati sesaat setelah semua aliran keluar pompa tertutup. Konsekuensinya umur pressure switch biasanya lebih pendek (lebih cepat rusak).
Sebagai kesimpulan, pemilihan pengaturan operasi pompa tergantung pada system instalasi air yang dirancang. Untuk yang menggunakan tangki tendon dengan distribusi secara gravitasi disarankan menggunakan level control. Sedangkan untuk instalasi yang hanya berupa pemipaan langsung dari sumber menuju pemakai, tidak ada pilihan kecuali memakai pressure switch dengan konsekuensi cepat rusak bila tidak dilengkapi dengan tangki tekan untuk mengurangi frekuensi start stop. Bagaimana prinsip kerja tangki tekan? Tunggu di tulisan berikutnya ya. Selamat merenung dan mencoba.
Advertisement
Like this:
Be the first to like this post.
Sabtu, 04 Juni 2011
Cara Kerja Mesin Pompa Air Otomatis
Oleh Nono Haryono
image : indonetwork.co.id

. Pada dasarnya setiap pompa air dilengkapi dengan peralatan otomatis ketika kita membeli mesin pompa air di toko, ini berguna untuk memudahkan kita pada saat pengoperasian, sehingga waktu kita menjadi lebih efektif dan efisien dan tidak memerlukan aktifitas menghidupkan ataupun mematikan pompa,sebab sudah ada sensor otomatisnya, yang bekerja berdasarkan tekanan yang terdapat pada pipa tau saluran air pada keluaran pompa.

. Pada mesin pompa air ada saluran hisap dan ada saluran buang, alat otomatis atau sensornya menggunakan sensor tekanan atau disebut juga Pressure Switch dan dipasang pada tabung pada saluran keluaran pompa, ketika pompa dihidupkan atau dihubungkan dengan tegangan jala-jala, maka pompa akan berputar sehingga dibagian dalam pompa terjadi vaccum karena adanya perbedaan tekanan, sehingga air yang ada didalam tanah akan terhisap naik.

. Pada saat mesin pompa air berputar dan semua kran air yang ada dirumah tertutup maka pada saluran keluaran pompa akan timbul tekanan yang cukup besar, ketika tekanan yang dihasilkan melebihi tekan set yang ada pada sensor atau pressure switch maka sensor akan bekerja dan pompa air akan mati seketika, pompa air akan hidup lagi jika ada salah satu kran air terbuka disebabkan tekanan air sudah turun dan begitulah seterusnya.

. Dengan demikian saat kita lupa untuk mematikan pompa air, maka mesin pompa air tidak akan terbakar disebabkan karja yang terus menerus, dan lagi kita tidak perlu memasang atau mencabut steker dari mesin pompa air sebab segalanya akan bekerja secara otomatis.
Home » artikel teknik » tanya jawab seputar penggunaan pompa air dirumah

tanya jawab seputar penggunaan pompa air dirumah

Posted on | October 23, 2011 | 8 Comments
Penggunaan pompa air di perumahan saat ini sudah sama penting nya dengan keberadaan TV dan Telepon, bisa dibilang keberadaan pompa air di rumah adalah termasuk kebutuhan primer juga, khususnya untuk warga di perkotaan. seiring dengan penggunaannya, sering kali banyak masalah yang timbul. nah berikut ini pertanyaan dan jawaban seputar permasalahan pompa air listrik yang sering terjadi di rumah anda.

1. apa saja yang harus diperhatikan dalam membeli pompa ?

  • Kondisi pompa tidak cacat / rusak / masih disegel.
  • Lihat juga kelengkapan asesoris pompa yang diberikan.
  • Pastikan ada hologram pada kotak yang menandakan pompa tersebut belum pernah dibuka.

2. benarkah saya harus membeli 2 pompa untuk mendorong dan menarik ?

jawab : perlu dihitung besar rumah dan kebutuhan air anda. Bila cukup besar maka memang diperlukan 2 buah pompa, yang satu untuk supply penampungan dan satunya lagi untuk pendorong (booster pump).

3. jenis pompa apa yang baik digunakan untuk menghisap air dari pipa pdam?

jawab : Menghisap air pdam dengan pompa tidak diperkenankan, anda bisa ditindak secara hukum. Sebaiknya anda menggunakan penampungan di bawah tanah dahulu sebelum diedarkan ke seluruh keran atau dinaikkan ke toran. Penampungan di bawah tanah berguna untuk mengejar elevasi yang lebih rendah. Anda disarankan untuk menggunakan tangki plastik yang banyak di jual daripada membuat bak beton demi mencegah kebocoran.

4. apa yang menyebabkan mesin cepat panas, dan kalau sudah panas langsung mati, apa kira-kira kendalanya, dan bagaimana cara memperbaikinya?

jawab : bila mesin panas dan langsung mati adalah normal karena thermal protector mesin bekerja. Bila tidak mati mesin akan langsung terbakar. Penyebabnya dapat berbagai macam, ada sumbatan di pipa hisap, atau ada kerikil yang mengganjal di impeller sehingga putaran mesin menjadi tidak normal. Kemungkinan lain ball bearing sudah tidak berfungsi. Bisa dicoba mengganti ball bearing, membersihkan impeller, atau mengangkat pipa hisap dan coba membersihkan bagian klep di ujung pipa.

5. kenapa suara pompa saya sangat kasar dan berisik ?

jawab : pada umumnya pompa memang berisik. Namun standar kebisingannya tidak melebihi 46 decibel (db). Apabila melebihi standar tersebut, maka periksalah kondisi ball bearing pompa tersebut.

6. apakah pompa akan rusak jika tidak ada air yang disedot sewaktu dihidupkan ?

jawab : untuk dihidupkan sebentar (sekitar 5 menit) tidak akan bermasalah. Namun bila dihidupkan terus tanpa adanya cairan akan merusak mechanical seal, ball bearing dan lain-lain, termasuk terbakarnya motornya.

7. berapa lamakah pompa dapat dihidupkan terus menerus tanpa berhenti tanpa menyebabkan pompa tersebut rusak / terbakar ?

jawab : pada prinsipnya pompa air dapat bekerja selama 24 jam non stop selama sumber airnya tidak kering (kosong). Namun alangkah baiknya bila dipakai 2 buah pompa air yang diberi relay protection dimana pompa akan bekerja bergantian setiap 1 atau 2 jam sesuai keinginan anda.

8. berapa tahun ketahanan sebuah pompa air?

Jawab : pada kondisi normal 6 – 10 tahun. Tergantung kelasnya.

9. kenapa arus pasokan pompa tidak maksimal?

jawab : ada beberapa kemungkinan: Katup/foot valve terhambat coba dibersihkan, kemiringan pipa memungkinkan adanya kantung udara coba betulkan kemiringannya, baling-baling aus atau terhambat coba dibersihkan atau diganti sukucadangnya.

10. kenapa pompa air setiap hendak saya pakai harus dipancing dulu dengan air ?

jawab : untuk pompa air dengan kondisi baru terpasang memang harus dipancing terlebih dahulu. Tetapi bila telah berjalan dan setiap kali masih harus dipancing maka perlu diperiksa pipa hisapnya, kemungkinan ada kebocoran dari sambungan pipa yang kurang merekat (kurang di-lem). Bisa pula karena tusen klem (check valve) pada pompanya bocor atau tersumbat kotoran / pasir.

11. untuk ukuran pipa hisap & dorong, apakah sebaiknya mengikuti ukuran bawaan pompa? Bila boleh berbeda, mana yang lebih baik, ukuran pipa outlet lebih besar dari inlet, atau sebaliknya?

jawab : ukuran pipa hisap dan dorong memang sebaiknya mengikuti ukuran bawaan pompa, tetapi kadang banyak konsumen memperkecil dengan alasan penghematan biaya pipa. Dalam kasus ini sebaiknya dipilih pipa outlet yang lebih kecil sedangkan pipa inlet sesuai diameter pompa.

12. dengan menggunakan pompa jenis jet pump. Bolehkah memasang pipa sumur bor dengan casing 4″ satu buah kemudian sisanya ke bawah menggunakan casing yang lebih kecil?

jawab : pompa jet pump cocok digunakan pada kedalaman air di atas 9 meter. Dengan casing 4″ hanya 1 batang, berarti ventury jet tersebut tidak terendam (biasanya ini disebut dengan sistem jet gantung). Padahal komponen ini harus terendam di dalam air, bila tidak kinerja pompa-nya tidak akan maksimal. Panjang pipa casing 4″ minima mencapai permukaan air tercapai sehingga ventury jet dapat direndam dalam air.

13. jika saya ingin menyedot air dari bak air di lantai dasar ke tangki penampungan di lantai 2, sebaiknya saya gunakan pompa jenis apa dengan kapasitas berapa ? Dimana sebaiknya pompa saya letakkan, di bawah atau di lantai atas ?

jawab : anda dapat gunakan pompa air sumur dangkal. Untuk kapasitasnya tinggal anda cek kapasitas bak lantai dasar dan tangki atas berapa besar daya tampungnya. Sebaiknya pompa diletakkan di dekat bak air di bawah karena dekat dengan sumber air.

14. apakah bisa pompa type jet pump (sumur dalam) diubah menjadi pompa sumur dangkal atau semi jet pump, dengan menutup lubang angin (diplug), jadi instalasi pipanya seperti pompa sumur dangkal, hanya ada 1 suction pipa?

jawab : bisa. Hanya saja kemampuan menghisap airnya menjadi setara kemampuan semi jet.

15. untuk mematikan pompa secara otomatis, mana yang lebih baik memasang sistem pelampung ataukah sistem radar pada kran pengisi toran?

jawab : lebih baik radar. Sistem ini mirip dengan mematikan stop kontak secara manual.
Cara kerja sistem radar (liquid level switch) : Saat toran penuh maka tabung pemberat akan terangkat, switch juga ikut terangkat dan listrik akan diputus secara otomatis sehingga pompa mati. Saat air berkurang maka tabung pemberat akan menggantung dan switch otomatis akan menghidupkan pompa kembali. Anda perlu memodifikasi kabel listrik pompa untuk menghubungkannya dengan switch yang ada di toran. Hanya saja harga sedikit mahal, ditambah lagi anda harus memasang instalasi listrik sampai ke toran. (lihat gambar dibawah).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar